
Haid kadang membuat frustrasi. Datang
sebulan cuma sekali, tetapi nyerinya minta ampun. Jangan biarkan
masalah ini. Di sekitar kita banyak tanaman yang bisa membantu
mengatasi, salah satunya rumput teki alias manggata.
Haid atau menstruasi adalah akibat siklus hormonal di dalam tubuh
wanita. Darah haid keluar bersama endometrium (lapisan rahim) yang luruh
akibat turunnya kadar hormon estrogen dan progesteron.
Dalam keadaan normal, haid datang setiap bulan. Namun, jika siklus
hormonal mengalami gangguan, datangnya bisa telat sampai berbulan-bulan
atau sebaliknya lebih dari sekali sebulan.
Menjelang menstruasi, banyak wanita mengalami perubahan emosi, seperti
gampang sedih dan mudah marah. Tak sedikit yang mengalami nyeri, sampai
harus cuti kerja. Kadang darah tak mau berhenti, hingga harus
gonta-ganti pembalut.
Dalam konsep pengobatan tradisional Cina (TCM), dijelaskan Retno Lanysari Windura, akupunturis dan herbalis asal Solo, gangguan menstruasi akibat panas berlebihan. Hal itu terjadi akibat ketidakseimbangan yin dan yang di dalam tubuh. Karena itu, obat gangguan menstruasi adalah tanaman yang punya sifat mendinginkan.
Isolasoglikosida plavon
Belum banyak orang yang menengok kekayaan obat tradisional di sekitar kita. Padahal, kata Ir. Heru D. Wardana, M.Hort.Sc.,
peneliti tanaman obat di Jakarta, jika kita menengok pekarangan rumah,
bakal menjumpai tanaman yang bisa membantu mengatasi masalah kewanitaan
ini. Salah satunya rumput teki.
Tanaman ini tarmasuk dalam familia Cyperaceae dengan nama Latin Cyperus rotundus (C. tuberosus). Rumput teki juga memiliki berbagi nama (sinonim) di antaranya CC
curvatus Llanos, C. hexastochyus Rottb, CC leptostachyus Griff, C.
madicans FI. Graec, C. odoratus Osbeck, C tenuiflorus Royle (non
Rottb.), musta, mustaka, kobushi, nutgrass, tiririca, nutsedge, purple
nutsedge, dan adru.
Rumput teki merupakan rumput semu menahun, tingginya 10-95 cm. Batang
rumputnya berbentuk segitiga dan tajam. Daunnya berjumlah 4-10 helai
yang terkumpul pada pangkal batang. Akar dengan pelepah daunnya tertutup
tanah. Helaian daun berbentuk pita bersilang sejajar. Permukaan atas
berwarna hijau mengilat dengan panjang daun 10-30 cm dan lebar 3-6 cm.
Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari
sinar matahari, seperti di tanah kosong, tegalan, lapangan rumput,
pinggir jalan, atau di lahan pertanian, dan tumbuh sebagai gulma yang
susah diberantas.
Menurut Ir. Heru, bagian rumput teki yang bisa digunakan adalah umbinya
yang mengandung alkaloid, flavonoid, sineol, pinen, siperon, rotunal,
siperenon, dan siperol. Sifat kimiawi dan efek farmakologis rumput teki
adalah rasa pedas, sedikit pahit, dan manis, berkhasiat menormalkan
siklus haid, menghilangkan rasa sakit (analgesik) dan sebagai penenang
(sedatif). Dalam TCM, tambah Retno, rumput teki masuk meridian hati dan
san ciao.
Dalam konsep TCM, rimpang teki punya sifat mendinginkan. Secara empiris,
teki telah lama digunakan masyarakat Cina dan India sebagai obat
peluruh haid.
Sebuah situs kesehatan menyebutkan, penelitian di Cina menemukan bahwa
secara tunggai maupun kombinasi, 6-9 gram rimpang teki bisa membantu
meringankan ketidakteraturan siklus haid serta meringankan sindrom
pramenstruasi (PMS).
Rimpang teki juga sering dipakai untuk meningkatkan nafsu makan,
meredakan demam, dan meringankan penyakit hati. Di India digunakan
sebagai produk perawatan rambut dan kulit. Kandungan minyak atsirinya
digunakan sebagai parfum.
Sisi bandel
Ditambahkan oleh David Andi Purnama,
herbalis dan penemu jamu tetes di Gorontalo, tanaman bernama lain
manggata ini dikenal sebagai herba yang cukup banyak manfaatnya. Antara
lain sebagai obat kuat, sakit perut, memperlancar kencing, peluruh serta
pengatur haid, obat kumur, obat sakit gigi, dan juga obat borok.
Di Jawa, akar rumput tanaman ini digunakan sebagai obat antikejang.
Minyak terbang yang ada di dalamnya dapat menghindarkan pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus. Kegunaan
lain rumput teki adalah adalah obat sakit dada, sakit iga, rasa sakit
sewaktu haid, juga untuk obat luar seperti luka terpukul, memar,
gatal-gatal di kulit, bisul, perdarahan dan keputihan, juga bengkak
akibat retensi cairan (edema). Bahkan, rumput ini dipercaya bisa
mengatasi gangguan fungsi pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri
lambung, dan nyeri perut.
Menurut David, kita juga bisa
mengambil sisi "bandel" tanaman ini. "Disemprot herbisida mati, tetapi
begitu tersiram hujan, rumput ini tumbuh lagi. Artinya, ada enzim atau
hormon tertentu yang membuat tanaman ini bisa mengatur hidupnya secara
luar biasa," tuturnya.
Sayangnya, karena masih belum banyak penelitian, kandungan teki ini masih jadi teka-teki.
Beragam Khasiat Cyperus Rotundus
1. Pemakaian luar
a. Kulit biru akibat terbentur
Caranya: Rumput teki segar yang telah dicuci bersih digiling halus, selanjutnya ditempelkan pada bagian yang sakit.
b. Radang kuku
Caranya: Umbi rumput teki dan biji kenari ditumbuk hingga halus, bungkus
dengan daun. Panaskan, lalu tempelkan di kuku yang sakit, langsung
dibalut.
2. Pemakaian dalam
a. Nyeri lambung
Bahan: 30 gram umbi teki, 15 gram lengkuas
Pemakaian: Bahan dikeringkan lalu digiling hingga menjadi bubuk. Ambil 3
gram, seduh dengan air panas secukupnya lalu diminum selagi hangat.
Lakukan 2 kali sehari.
b. Busung atau bengkak karena cairan
Bahan: 10 gram rumput teki
Pemakaian: Bahan dicuci bersih dan digiling halus. Seduh dengan 150 cc
air panas, saring, tambahkan madu, lalu minum airnya. Lakukan 2 kali
sehari.
c. Haid tidak teratur atau sakit saat haid
Bahan: 6-9 gram umbi rumput teki kering
Pemakaian: Rebus bahan dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, airnya diminum.
d. Keputihan dan haid tidak lancar
Bahan: 10 gram umbi rumput teki kering, 15 gram kulit delima kering
Pemakaian: Semua bahan direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Saring, airnya diminum.
e. Memperlancar buang air kecil
Bahan: 10 gram umbii rumput teki kering, 60 gram akar alang-alang
Pemakaian: Semua bahan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring, airnya diminum.
f. Kencing batu
Bahan: 10 gram umbi rumput teki kering, 4 lembar daun alpukat, 30 gram keji beling, gula aren secukupnya.
Pemakaian: Rebus Semua bahan dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Saring, minum airnya 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.
g. Sakit gigi
Bahan: 6 gram umbi rumput teki
Pemakaian: Haluskan bahan, lalu seduh dengan 200 cc air panas, tambahkan madu. Minum airnya.
Tanah
Papua memiliki kekayaan alam hayati, termasuk beragam jenis herba
berkhasiat obat. Setelah buah merah, menyusul rumput kebar. Memang belum
ada uji klinis, tetapi banyak orang percaya rumput ini dapat membantu
meningkatkan kesuburan pada wanita.Kasus
infertilitas (ketidaksuburan) menurut data National Infertility
Association di AS, 35 persen terjadi pada wanita, 30 persen terjadi pada
pria, 20 persen pada pasangan, dan 10 persen tidak diketahui
penyebabnya.
Selain cara medis, tak jarang
pasangan yang menginginkan datangnya buah hati menempuh penanganan
nonmedis atau alternatif, salah satunya dengan memanfaatkan herba. Yang
sedang menjadi pembicaraan seputar herba untuk membantu meningkatkan
kesuburan adalah rumput kebar.
Sistem imunTumbuhan semak yang punya nama Latin Biophytum petersianum Klotzsch
ini banyak ditemukan di Kecamatan Kebar, Manokwari, Papua. Karena itu,
masyarakat Papua menyatakan tanah Papua sebagai rumah sejati rumput
kebar. Namun, di sebuah situs dituliskan bahwa tanaman yang masuk
keluarga Oxalidaceae ini berasal dari Mali, Afrika Barat.Secara
tradisional masyarakat Papua telah lama menggunakan rumput kebar
sebagai obat kumur untuk membantu mengatasi sariawan, sebagai penawar
racun akibat gigitan ular, obat pencuci perut untuk anak-anak, dan
penyubur kandungan.Dalam laporan di situs Oxfordjournals
yang dikeluarkan Oxford University Press dinyatakan bahwa rumput ini
oleh bangsa Mali sudah sejak lama dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai
gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sistem imun, seperti nyeri
sendi, peradangan, demam, malaria, serta menyembuhkan luka.Apa
sebenarnya rumput kebar? Di dalam negeri tidak banyak literatur yang
bisa memberikan gambaran lengkap tentang tanaman semak ini. Salah satu
sumber tulisan adalah karya Agnes Noni Novita H. Imbiri, Franc Wanggai, dan Rudi A. Maturbongs. Para mahasiswa di Universitas Negeri Papua (Unipa) ini menulis tentang ekologi rumput kebar (Biophytum petersianum Klotzsch) di Kecamatan Kebar, Manokwari, Papua, sebagai rumah sejati rumput ini.
Dalam tulisan tersebut dijelaskan,
rumput kebar memiliki penampilan seperti tumbuhan alang-alang.
Penyebarannya dimulal dari Afrika, Madagaskar, Asia Tenggara, hingga ke
pulau-pulau lain di Indonesia, khususnya Papua. Kekhasan
rumput kebar ini adalah hanya tumbuh di Kebar, nama kecamatan atau
distrik yang ada di Manokwari. Kebar merupakan daerah pegunungan dan
satu-satunya cara menuju ke sana adalah menggunakan pesawat perintis.Menyangkut
manfaatnya sebagai penyubur kandungan, memang sudah menjadi rahasia
umum. Tak heran, Unipa melakukan studi dan hasilnya pun menggembirakan.
Dari hasil penelitian tersebut dilaporkan bahwa rumput kebar bisa
menjadi salah satu alternatif bagi perempuan atau pasangan yang belum
memiliki momongan.
Dinding rahim menebalKajian ilmiah lain dalam skala terbatas sudah dilakukan oleh Drs. Sukarsono MSi.,
dosen Fakultas Ilmu Keguruan Universitas Muhamadiyah, Malang. Selain
mengajar, Sukarsono juga aktif dalam beragam kegiatan pelestarian
lingkungan. Perkenalannya dengan rumput kebar berawal dari koleganya di
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati).
Beberapa tahun lalu atas ajakan
rekannya itu, Sukarsono melakukan survei lapangan ke Papua dan tertarik
untuk meneliti rumput kebar. Dengan dana sendiri Sukarsono bersama
timnya melakukan penelitian dengan memberlkan ekstrak rumput kebar
kepada hewan percobaan, yaitu tikus. Air rebusan rumput kebar (yang
sebelumnya telah dikeringkan) diberikan sebagai minuman kepada lima ekor
tikus percobaan selama dua minggu.
Sebagai pembanding adalah lima ekor
tikus lain yang hanya diberi air tawar. Hasilnya ternyata memberikan
gambaran positif, yakni terjadinya penebalan yang berarti pada dinding
uterus atau rahim tikus yang diberi ekstrak rumput.
Terjadinya penebalan pada dinding
rahim ini berarti dapat membantu proses pembuahan dalam proses
kehamilan. Pasalnya, dinding rahim yang tebal memudahkan sperma menempel
sekaligus memudahkan proses kehamilan.Sayangnya,
hasil penelitian ini belum ditindaklanjuti. Diharapkan di masa
mendatang ada pihak lain, terutama industri farmasi, yang berminat
mengembangkan potensi rumput kebar menjadi fitofarmaka.Di
masyarakat, secara empiris khasiat rumput kebar sebagai penyubur
kandungan sudah lama dimanfaatkan. Saat ini bahkan bisnis rumput kebar
asli Papua diperkirakan mencapai puluhan juta per tahunnya.Untuk
mendapatkan rumput kebar memang tidak mudah, hanya tersedia di rumah
herba atau toko jamu. Namun, diingatkan Sukarsono, jika tidak hati-hati,
di pasaran banyak yang palsu. Karena itu, disarankan untuk membeli
produk yang langsung didatangkan dari daerah asalnya.
Jika ada teman atau saudara yang kebetulan berkunjung ke Papua, titip saja oleh-oleh rumput kebar.
Meramu Oleh-Oleh
Seperti
daerah lain di Indonesia, Papua juga memiliki oleh-oleh yang khas. Jika
ada kawan atau saudara yang berkunjung ke Papua, kita bisa meminta buah
tangan berupa kain batik, koteka, tas noken, patung kayu khas Asmat,
patung honai (rumah adat), atau buah merah bila berminat pada herbal.
Setahun
terakhir ada tren baru soal oleh-oleh dari Papua, apalagi kalau bukan
rumput kebar. Karena itu, jangan heran jika di Bandara Rendani,
Manowari, banyak dijual rumput kebar dengan harga 50 ribu rupiah per
kantong plastik kecil. Jika mau lebih murah, Anda bisa membelinya di
pasar Sanggeng Manowari dengan harga sama, tetapi untuk sekantong
plastik besar.
Rumitkah meramu "oleh-oleh"?Memanfaatkan
rumput kebar sebagai ramuan sebenarnya mudah. Untuk takaran besar,
lebih dari satu gelas, ambil rumput kebar kering secukupnya, lalu rebus
hingga mendidih. Setelah itu saring dan dinginkan.
Untuk ukuran kecil, misalnya satu
cangkir atau segelas, rumput kebar cukup diseduh dengan air mendidih
seperti membuat teh. Agar terasa manis, tambahkan madu secukupnya.
Tidak
banyak herba yang mampu mendunia. Bisa jadi ginseng salah satunya.
Herba asal Korea ini dinilai memiliki beragam khasiat obat dan manfaat
untuk kesehatan. Meski masih butuh penelitian lebih lanjut, ginseng
dipercaya mampu mendongkrak libido dan kemampuan seksual pria.
Banyak literatur maupun penelitian yang berdasarkan data empiris
menyebutkan herba ini sudah dikenal sejak zaman dulu. Ginseng memang
telah lama diburu manusia guna dimanfaatkan sebagai obat.
Di negeri asalnya, melalui pembuktikan ilmu kedokteran modern, ginseng
terbukti bermanfaat untuk menekan risiko diabetes, kanker, serta
mencegah pengerasan arteri dan tekanan darah tinggi. Juga diyakini mampu
mengurangi lemak darah, menjaga fungsi hati, serta mencegah gangguan
maag dan usus.
Selain itu, ginseng juga bermanfaat sebagai penawar mabuk minuman keras,
antikeletihan dan stres, menahan proses penuaan, menunjang kegiatan
otak dan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengatasi
anemia, serta memelihara kebugaran.
Di antara beragam manfaat tersebut, ginseng justru dikenal sebagai salah
satu jenis tanaman obat yang mampu mendongkrak stamina dan kemampuan
seksualitas pria. Itu juga yang diungkapkan Profesor Kim Si-kwan
dari jurusan Life Science Fakultas Biomedik & Ilmu Kesehatan
Universitas Konkuk, Korea, dalam seminar di Jakarta, beberapa waktu
lalu.
WHO hanya akui Korea
Dijelaskan Prof. Kim, kondisi iklim yang cocok untuk pertumbuhan,
lingkungan pertumbuhan yang tidak tercemar, pengalaman budi daya selama
1.000 tahun, dan kandungan saponin beraneka ragam menjadikan ginseng
istimewa bila dibandingkan dengan jenis herba lainnya.
Dari hasil uji klinis berdasarkan jenisnya, ginseng korea mengandung 23 macam saponin. Jenis ginseng whagi (AS) mengandung 14 macam saponin, ginseng jeonchil (Cina) 15 macam, sedangkan ginseng jukjeol (Jepang) delapan macam saponin.
Ginseng korea, menurut Prof. Kim, bermanfaat untuk kebugaran tubuh dan
menghilangkan keletihan fisik, menambah darah dan menormalkan denyut
nadi, menenangkan suasana hati, menambah sekresi (cairan tubuh) dan
menghilangkan rasa haus, merawat paru-paru dan menghentikan asma,
menguatkan aplen (anak limpa) dan menghentikan diare yang berefek
menawarkan racun, serta menyembuhkan abses. Semua ini tercatat dalam
buku kedokteran kuno.
Meski identik dengan Korea, herba ini ternyata juga tumbuh subur di Cina dan Jepang. Secara botanis, ginseng termasuk genus Panax dalam keluarga Okwa sebagai tanaman tahunan. Asal kata panax adalah Pan (semua) dan Axos (mengobati), yang bermakna menyembuhkan semua penyakit.
Selain ginseng korea, tanaman yang genusnya Panax adalah ginseng
jukjeol, ginseng barat, ginseng jeonchil, dan ginseng Siberia. "Namun,
WHO mengakui hanya ginseng korea saja yang berguna untuk pengobatan,"
sebut Kim.
Dokumentasi 220 SM
Sejarah pengobatan dengan ginseng, dituturkan Prof. Kim Si-kwan, tercatat dalam buku Haneusamse yang diterbitkan pada zaman Kerajaan Han (220-202 SM). Ginseng sulit dibudidayakan di kawasan Jepang. Terutama sejak zaman Hideyosi, ginseng berusaha dibudidayakan, meski akhirnya gagal karena mereka tidak mengetahui cara menanam bibit ginseng korea.
Khusus untuk manfaat sebagai pendongkrak libido, ginseng korea mempunyai
efek peningkatan fungsi seksual secara berarti. Seseorang yang minum
rebusan ginseng 900 mg tiga kali sehari selama satu bulan, mengalami
indeks kepuasan kehidupan seksual. Hal ini diukur dari frekuensi
aktivitas seksual, gairah seksual, kebangkitan seksual lebih tinggi
dibandingkan dengan orang yang tidak minum ginseng.
Dr. Naek L. Tobing, psikiater dan sex educator
dari Center for Martial & Sexual Studies yang mendampingi Prof. Kim
menjelaskan, ginseng berfungsi sebagai stimulan. Dia mengibaratkan,
bila penyakitnya ringan, mungkin ginseng masih mampu membantu.
"Meski demikian, bila gula darah sampai 200 atau 300, saya kira ginseng
tidak bisa membantu. Penyakit atau organ tubuh yang rusak harus diobati
atau diperbaiki lebih dulu," kata Dr. Naek.
Pada kasus diabetes misalnya, pria maupun wanita penderitanya mengalami
kerusakan ujung-ujung saraf. Karena itu, sekali lagi ia menandaskan,
"Kalau karena organ rusak, tentu harus diperbaiki dulu."
Bukti ilmiah ditunggu
Dijelaskan, seks yang normal merupakan sebuah lingkaran yang dimulai
dengan libido, rangsangan seksual, ereksi/lubrikasi, dan pada lelaki
terjadilah ejakulasi. Jika kuat dan mampu, pria bisa berulang-ulang
melakukan hubungan seksual.
"Kalau memang benar ginseng bermanfaat untuk meningkatkan libido dan
kemampuan seks seseorang, alangkah baiknya. Hasilnya nikmat, lega, istri
makin cinta pada suami, timbul semangat, dan merasa makin muda," ujar
seksolog ini.
Lebih lanjut Dr. Naek memaparkan, ada beberapa tanda bila seks
terganggu, antara lain susah tidur dan gelisah. Dalam hal ini pria dan
wanita sama.
Gangguan yang terjadi adalah libido menurun, ereksi berkurang atau
ejakulasi cepat pada pria. Antara libido dan ereksi mana yang lebih dulu
terganggu, tidak diketahui secara pasti.
"Pasien tahu, jika nafsu turun, ereksi juga turun. Penyebab pada umumnya
adalah fisik kelelahan dan seluruh tubuh stres. Di sini ginseng yang
bagus bisa bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah, menyegarkan
badan, menjadi stimulan atau tonik," tambahnya.
Pada perempuan, yang sering terjadi adalah libido rendah, susah
terangsang, dan sakit waktu berhubungan. Pada perempuan umumnya karena
gangguan psikologis.
Ginseng, menurut Dr. Naek, sebagai tonik atau stimulan diharapkan mampu
memperbaiki sirkulasi dan dapat memperkuat ereksi. Meski begitu, ia
menyarankan adanya penelitian lebih lanjut soal efek positif dan efek
samping ginseng secara lebih spesifik.
"Kalau bisa diukur peningkatan libido seberapa besar, misalnya, juga
seberapa efeknya terhadap ereksi dan lubrikasi," ucap Dr. Naek.
Harapan tersebut sangat beralasan karena selama ini yang berkembang di
masyarakat merupakan kesaksian secara empiris. Penelitian secara klinis
masih sangat terbatas, lebih-lebih tentang ginseng Indonesia yang lazim
disebut som jawa itu.
Jadi apakah benar ginseng pendongkrok libodo alami? Sepertinya masih perlu dibuktikan secara ilmiah.